Pages

Rabu, 18 April 2012

Akhlak berkepribadian baik





AKHLAK
BERKEPRIBADIAN BAIK

MAKALAH

DISAJIKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS
“AKLAK TASAWUF”


Dosen pembimbing:
Muhammad Aqim Adlan, M.EI





    Disusun oleh:
M. NURUDIN

KELAS      : PAI-C
PRODI       : PAI
JURUSAN: TARBIAH
NIM           : 3211093086


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI
(STAIN) TULUNGGAGUNG
2010

KATA PENGANTAR

Segala puji & syukur dipanjatkan kehadirat ALLAH SWT atas petunjuk dan kekuatan yang dianugerahkan kepada penulis,sehingga makalah ini akhirnya terselesaikan juga. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kehambaan Rosulluloh SAW yang telah memberikan petunjuk bagi kebenaran iman,ilmu dan amal bagi umat manusia sehingga berbahagialah mereka yang sadar dan ikhlas mengikutinya.

Kami penulis sadar bahwa  makalah ini amat sangat sederhana dalam arti kami masih dalam tahap belajar dalam arti masih jauh dikategorikan sebagfai karya ilmiah.kami hanya mampu mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.semoga amal mereka diterima oleh ALLAH sebagai amal khasanah dan semoga ALLAH membalas jasa-jasa tersebut dengan kebaikan yang berlipat ganda.

Demikian,pastlah tiada gading yang tak retak,untuk itu penulis mohon kritik dan saran yang membangun yang nantinya dapat kami jadikan pedoman untuk menulis makalah yang akan dating.terima kasih.






Tulungagung …21 April 2010


                  penyusun








DAFTAR ISI

Halaman sampul…………………………………………………………………………1
Kata pengantar…………………………………………………………………………..2
Daftar isi…………………………………………………………………………………3

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Pengartian Ahlak,Susila dan hubungan nya
            2.2 Cara-cara Berahklak kepada Tuhan
            2.3 Cara-cara Berahklak kepada manusia

BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan
            3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA













BAB 1
 PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
            Dapat dikatakan yang dimaksud Ahklak Adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan denagn gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Sedangkan Susila adalah  sebagai aturan hidup yang lebih baik, orang yang susila adalah orang yang berkelakuan baik.
Dilihat dari fungsi dan peran nya sebenarnya Ahklak dengan susila adalah sama yaitu menentukan hokum atau nilai dalam suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan nilai baik dan buruk nya. Sedangkan perbedaan nya terletak pada sumber yang dijadikan patokan untk menentukan baik dan buruk.jika susila berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum dimasyarakat. Maka Ahklak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk itu adalah al-qur’an dan al-hadist.




1.2 RUMUSAN MASALAH
A.    Apa yang dimaksud dengan Ahklak, Susila dan hubunganya?
B.     Bagaimana cara berahklak kepada Tuhan ?
C.     Bagaimana cara berahklak kepada Manusia?

1.3 TUJUAN MASALAH
A.    Mengetahui pengertian Ahklak,Susila dan Hubungan nya!
B.     Mengetahui cara Berahklak kepada Tuhan!
C.     Mengetahui cara Berahklak kepada Manusia!




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengartian Akhlak , Susila Dan hubungan nya.
1.Pengertian ahklak.
            Dari sudut bahasa, Ahklak berasal dari bahasa Arab, Yaitu isim masdar (bentuk infitif) dari kata Ahlaqa,Yahkliqu,ihklahan, berartial-Sajiah (perangai) ath-thabi’ah (kelakuan ,tabi’at watak dasar) al-adat (kebiasaan, kelaziman) Al-maruah (peradaban yang baik)dan Al-adin (agama).
            Sedangkang pengertian istilah, menurut Imam Al-ghozali (1059-1111 M) ahklak Adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan denagn gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

2.Pengertian susila.
            Susila atau kesusilaan berasal dari kata susila yang mendapat awalan ke- akhiran an-, kata tersebut berasal dari bahasa sangsekerta yaitu su dan sila, su berarti baik, bagus dan sila berarti dasar,prinsip,peraturan hidup atau norma.
            Kata susila selanjut nya digunakan untuk arti sebagai aturan hidup yang lebih baik, orang yang susila adalah orang yang berkelakuan baik.
Selanjut nya kata susila dapat berarti sopan, beradap, baik budi bahasanya. Dan kesusilaan sama denagan kesopanan. Dengan demikian kesusilaan lebih mengacu kepada upaya membimbing, memacu, mengarahkan, mamabiasakan dan memasyaratkan hidup yang sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku dimasyrakat.

3.Hubungan antara Ahklak dengan Susila.
            Dilihat dari fungsi dan peran nya sebenarnya Ahklak dengan susila adalah sama yaitu menentukan hokum atau nilai dalam suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan nilai baik dan buruk nya. Kedua istilah tersebut sama-sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik, teratur, Aman, damai, dan tenteram sehingga sejahtera batiniah dan lahiriah.
           
            Perbedaan Susila dengan ahklak adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untk menentukan baik dan buruk.jika susila berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum dimasyarakat. Maka Ahklak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk itu adalah al-qur’an dan al-hadist.
Kajian-kajian keislaman sudah menunjukkan dengan jelas bahwa keberadaan wahyu bersifat mutlak, absolute dan tidak dapat berubah, Dengan demikian ahklak sifat nya juga mutlak, absolute dan tidk dapat diubah. Sedangkan susila sifat nya terbatas dan dapat diubah.


2.2  BERAHKLAK  KEPADA  ALLOH  SWT
1. Bersyukur
            Syukur yang tidak sekadar di ucapkan dengan lidah, namun harus ditegaskan dengan ucapan syukur kepada pemilik karunia(Alloh), dari kedalaman hati yang tulus, disertai dengan penyebutan karunia itu. Disamping itu, syukur juga diexpresikan dengan memberikan bantuan dan pertolongan keoada setiap fakir yang membutuhkan. Bersykur bukan saja semata karena menerima dalam bentuk harta, namun kenikmatan yang lain.
            Sehat wal afiat juga karunia juga, dimana semua orang muslim pun wajib bersykur kepada tuhan nya, Karena kesehatan itu. Kemudian ia pun membantu para dhu’afadan berbuat kebaikan.
            Manakala sedang mendapatkan  karunia harta berlimpah dan kedudukan yang tinggi, ia pun berkenaan untuk membantu orang lain. Sikap nya pun Tawadu’ terhadap mereka, disamping senantiasa menempuh cara-cara yang benar dan adil. Terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongan, ia tak kikir, apalagi berlaku keras. Ia pun menjadikan segala sesuatu yang dimilikinya menjadi suatu kebajikan.
            Demikianlah sikap pribadi seorang muslim terhadap semua karunia  yang Alloh berikan kepada nya. Ia senantiasa melaksanakan kewajiban untuk bersyukur, dengan ucapan , yang diselaraskan dengan tindakan serta perilaku.


2. Khusuk kepada Alloh swt.
            Sumber kekusukan hati adalah hati, jika hati telah berkhusu’ niscaya semua anggota tubuh menjadi khusu’ pula. Jika hati tak khusu’ dan tunduk, maka semua anggota tubuh pun tak akan khusu’ dan tunduk. Ada sebuah riwayat mengatakan.

‘’jika hati telah menghamba, maka anggota tubuh pun menjadi khusu’’.
            Kekhusukan itu tak diupayakan salah satu anggota tubuh semata. Kekhusukan yang dilakukan dengan salah satu anggota tubuh, bukanlah khusu’ yang sebenar nya. Khusu’ yang sebenar nya ada didalam hati,selanjutnya berdampak pada sikap tawaduk’ pemilik nya, lantas menjauhi perampasan dan pemilkan sesuatu dengan cara yang tidak sah. Itulah hati yang jauh dari tipu dan kemunafikan. Ia menghadap kepad Tuhan nya dengan tulus, tidak pura-pura. Hanifa bin yaman mengatakan, ‘’jauilah oleh kalian kekhusukan yang munafik Yaitu manakala fisik (seorang) ditampakkan  khusu’ tapi hati nya tidak’’.
            Kekhusukan adalah tanda bagi orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Alloh Swt menyediakan ampunan menyediakan ampunan dan pahala yang banyak bagi mereka. Kekhusukan merupakan tanda ketulusan iman, sejatinya keimanan dan kuat nya hubungan dengan Alloh Ta’ala, Disamping menjadi tanda eratnya kaitan antara hati dan anggota tubuh dengan yang lain dalm segala hal. 


3. Takwa’
            Taqwa merupakan induk dari berbagai kemuliaan dan landasan Ahklak pribadi serta masyarakat. Maksud dari Taqwa adalah seorang muslim takut terhadap azab Alloh Swtserta murkanya, lantas menjalankan apa yang diwajibkan kepad hamba-hamba nya dengan penuh ketaatan serta meninggalkan apa yang dilarangnya, dari berbagai maksiat serta kejahatan. Ketaatan tersebut dilakukan secara lahir dan batin, penuh ketundukan dan penghormatan kepada nya. AllohSWT telah menyerukan kepada hamba-hambanyayang beriman serta memerintahkan kepada mereka untukbertaqwa kepada Alloh SWT dengan sebenar-benar nya ketakwaan. Alooh SWT telah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Alloh dengan sebenar-benar nya ketaqwaan, dan janganlah sekali-kalimati kecuali kalian sebagai seorang muslim.” (QS. Ali imron [3]: 102).

            Ketaqwaan kepada Alloh itu memastikan adanya ilmu pengetahuan, kehendak, serta keinginana yang kuat. Selain itu, juga menuntut adanya tindakan sungguh-sungguh, disertai ketulusan. Dengan ilmudapat diketahui tentang dasar-dasar agama sertaAlloh al-Khaliq, yang maha agung. Dengan kehemdak serta kemauan yang kuat, dapat meraih ketaatan dengan dada yang lapang, hati yang tulus,dalam rangka menuju tuhan nya Yang maha mengetahui rahasia serta segala sesuatu yang tersembunyi.
            Al-quran nul qarim telah mengungkapkan tentang kisah para nabi serta memuji mereka, sebagai teladan bagi orang-orang bertaqwa. Mereka telah mampu membuka jalan, dengan kekuatan kehendak serta hasrat yang tinggi untuk bertemu dengan Alloh SWT, dan dengan kekuatan taqwaserta keiklasan, Oleh karena itulah, mereka termasuk orang-orang yang dalam melihat dengan hatisenantiasa dalam petunjukilmu serta pemahaman agama.

4.Tawakal kepada Alloh SWT.
            Dari tanda-tanda seorang muslim yang kuat dalam beragama ialah ia senantiasa bertawakal kepada Alloh dan memenuhi hak Tuhan nya, kemudian berupaya dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup nya, menyerahkan hasi-hasil nya sebagaimana yang dikehendaki Alloh. Sebab Alloh SWT lebih mengetahui kebaikan dan manfaat nya.
Sumber tawakhal kepada Alloh adalah iman yang benar dan sempurna. Tanda-tanda bagi orang-orang yang beriman serta bertawakal kepada Alloh adalah bahwa ia senantiasa bersandar kepada nya, menyerah segala sesuatu nya kepada nya, serta menyakini sepenuh nya bahwa segala sesuatu nya ada dalam kekuasaan – Nya.

“Dan kepad Alloh lah  orang-orang yang beriman itu bertawakhal.”  (brahim ayat 11).

            Tawakhal kepada Alloh itu berdampak bagi kehidupan seorang muslim. Ia akan senantiasa diliputi ketenangan, keamanan dan kelapangan. Terbebas dari dampak-dampak kehidupan social, seperti kegelisahan, ketergesa-gesa. Benak nya senantiasa tenang, sementar roman wajah nyamemancarkan kedamaian dan kebahagiaan. Dengan bersandar kepada Alloh, ia memiliki keyakinan bahwa dialah yang mencegah segala mara bahaya. Karena Dia telah menjadi ‘Wakil’ nya.
“Barang  siapa yang bertawakal kepada Alloh , maka dia akan mencukupi nya.” (QS.ath-Thalaq:3).


2.2 BERAHKLAK KEPADA MANUSIA.
1.Tolong menolong
            Termasuk cirri kepribadian muslim adalah tolong menolong, Seorang muslim harus siap menolong saudara-sauda nya seiman, dengan dua hal landasan yang tetap. Landasan pertama adalah kebajikan, sedangkan landasan kedua adlah ketaqwaan. Alloh SWT menegaskan
“Dan tolong menolong lah dalam hal kebajikan dan ketaqwaan, dan jangan lah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.”

            Dari kaidah kebajikan dan ketaqwaan itulah proses saling tolong menolong seorang muslim dengan saudara nya sesame muslim bias dilakukan secara perseorangan ataupun secara bersamama.
Landasan tolong menolongadalah kebajikan dan taqwa, maka tak pelak lagi bahwa tolonh menolong ini mempunyai dampak yang begitu luas dan kuat bagi seorang musli, sehingga ia terdorong untuk mengadakan upaya perdamaian, meningkat kan ketaqwaan, dan menebarkan kasih saying kesesama muslim
.
2.Bergaulah kepada kaum fakhir miskin.
            Apabila anda seorang yang kaya, ada baik nya secara inconoto ‘menyamar’ dengan bergaul dengan orang-orang miskin disekitar anda. Sembunyikan indentitas andadihadapan mereka dan tinbalah pengalaman rohani dari mereka dengan penuh cinta. Ketahuilah betapa berharga nya bagi anda-bukanlah tidak mungkin ada orang kaya kalau tidak ada mereka.
            Menguji diri sendiri dengan bergabung diantara kaum mustadh’afin, sangat berbeda efek nya dibandingkan kita melihat mereka dari jauh. Tenggelam dalam kehidupan mereka, mendengarkan nafas penderitaan mereka, mimpi yang sederhana, sesungguh nya kita akan merasakan betapa besar nya amanah yang diberikan Alloh kepad diri mereka.Anda akan melihat gambaran diri yang sejati, bukan melihat atau mendengar penderitaan mereka dari orang lain atau melalui media massa, anda akan merasakan hidup berharga justru bila terlibat didalam nya.
           
3.Kasih sayang.
            TANDA terjelas dari kepribadian seorang muslim adalah kasih sayang. Sifat ini merupakan substansi risalah samawi, karena ia adalah sifat Alloh SWT.
Dan karakter spesifik kaum muslim itu sendiri adalah mereka saling mengasihi terhadap yang lain. Masing-masing dari mereka mengasihi saudara-saudarnya. Perasaan mereka bersatu, saling berkaitan. Selain itu, insting mereka dipenuhi semangat saling membantu, kasih saying dan persatuan. Dalam hati mereka tidak ada tempat bagi sifat keji dan kejam. Nurani mereka pun tidak menyimpan kekerasan dan kebengisan kecuili terhadap musuh-musuh mereka dari orang-orang kafir.
            Sifat kasih sayang yang senantiasa menyertai langkah-langkah seorang muslim, merupakan tanda yang tak bias dipisahkan dari kepribadiaanya. Itulah sifat yang adapada setiap keberadaannya secara pribadi, dan memenuhi ruh nya manakala bersama jama’ah. Dengan demikian, serang akan menjadi lebih optimis dalam menjalan kan kehidupan ny, bias bersikap lemah lembut kepada kedua orang tua, saudara-saudara dekat dan para tetangga. Selain itu, sifat itu dikembangkan  sehingga merebak kesemua mahluk.
“Muhammad adalah utusan Alloh. Dan orang-orang bersama nya,(bersikap) keras terhadap orang-orang kafir,Namun penuh kasih saying kepad sesame mereka”      

4. Menepati janji.
            ISLAM telah menentukan serta mewasiatkan bagi seorang muslim untuk memegang sifat menepati janji. Yang dengan petunjuk nya persatuan dan kesatuan antara jama’ah serta antara pribadi akan menjadi kuat dan teguh. Dengan sifat itu pula, terjalin interaksi antara manusia yang dipenuhi dengan cinta dan kasih saying Alloh SWT menjelaskan..

“Dan tepatilah janji itu, sesungguh nya janji itu harus dipertanggung jawab kan”. (QS. Al-isro”34).
            Setia terhadap janji merupakan dasar-dasar terpenting bagi pembentukan pribadi yang islami. Sementara penghianatan janji menyebabkan kemadharatan dan kerugian. Barang siapa yang teguh dengan janji nya, dengan sumpah nya, atau atas nama Alloh, maka ia akan berjanji kepada Alloh. Penghianatan terhadap janjimerupakan penghianatan terhadap janji kepada Tuhan nya.Al-quran telah menengahkan permisalan barabg siapa yang menghianati janji adalah seperti orang-orang bodoh yang membuat tenunan, Lantas merobek-robek nyamenjadi bercerai-cerai dan terpisah-pisah.
            Penghianatan terhadap janji bukan lah cirri seorang muslim, karena itu bias merusakkan pembentukan pribadi, merenggangkan hubumgan antara manusia. Bahkan menghianati janji termasuk cirri orang kemunafikan.
Orang yang mempunyai kesetiaan terhadap janji dapat dipercaya oleh banyak orang. Mereka pun merespon dan menyambut nya dengan smbutan hangat, karena tidak meragukan janji nya,mereka mempercayai nya,mencintai nya dengan ketulusan dalam. Disisi lain, mereka menghormatinya, menghargai nya, karena kepribadia nya, Mereka mengimbangi nya dengan cinta dan kesetiaan.
            Seorang muslim yang setia dan jujur adalah sosok yang memegang teguh janji serta syarat-syarat nya dan kita dapat melihat bahwa kesetiaan itu menjadi tanda yang jelas bagi iman dan kuat ny kepribadian. Sementara orang yang membatal kan janji adalah tanda-tanda kemunafikan ,buruk nya ahklak. Rosululloh menegaskan:

“Tanda orang munafik ada tiga. Jika ia berbicara ia berdusta; jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat.”




BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            ahklak Adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan denagn gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
Sedangkan susila digunakan untuk arti sebagai aturan hidup yang lebih baik, orang yang susila adalah orang yang berkelakuan baik.
Perbedaan Susila dengan ahklak adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untk menentukan baik dan buruk.jika susila berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum dimasyarakat. Maka Ahklak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk itu adalah al-qur’an dan al-hadist.


3.2 Saran.
            Penyusun menyadari bahwa makalah yang kami buat sangat jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangan, Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami butuhkan atau harapkan agar pembuatan makalah yang akan dating bias lebih baik lagi.












DAFTAR PUSTAKA

Ø Tasmara toto,2000,Menuju Muslim Kaffah, Yokjakarta:Gema ansori pzess.
Ø Hasyim umar Ahmad,2005.Menjadi Muslim kaffah,yogjakarta:Mita pustaka.
Ø Shaleh Ahmad asy-syami,2005, Berahklak dan Beradap mulia, Jakarta, Gema insani.
Ø Abuddin nata,2003,Ahklak Tasawuf, Jakarta: Raja grafindo parsada.
-Dr.Ali Abdul Halim Mahmud,2004,Ahklak mulia,Jakarta:Gema Insani.




0 komentar:

Poskan Komentar